Mewaspadai Muntah pada Anak


MUNTAH pada anak merupakan salah satu keluhan yang membuat orangtua khawatir. Muntah dapat dikatakan sebagai mekanisme pertahanan tubuh yang mengidentifikasi dan berupaya mengeluarkan sesuatu yang merugikan yang sudah tertelan. Keluhan ini bisa merupakan gejala dari berbagai keadaan ringan, namun juga sebagai gejala kelainan yang lebih serius
Muntah merupakan pengeluaran isi lambung melalui mulut dengan paksa. Prosesnya terdiri dari tiga tahap.

* Tahap pertama berupa tanda-tanda seperti berkeringat
dingin, pucat, bernapas dalam dan berkontraksinya sebagian
usus halus.
* Pada tahap kedua terjadi kontraksi lambung dengan diikuti
pernapasan dalam dan kontraksi diafragma.
* Tahap ketiga terjadi kontraksi dinding perut dan terbukanya
sfingter esofagus yang diikuti dengan pengeluaran makanan
atau minuman yang telah dimakan.

Penyebab
Muntah dapat disebabkan berbagai hal.
* Pada bayi yang baru lahir sampai berusia 1 bulan, muntah bisa disebabkan tertelannya darah ibu atau teknik pemberian minuman yang salah. Pada usia ini, muntah juga bisa disebabkan oleh kelainan pada saluran pencernaan yang menimbulkan sumbatan pada saluran pencernaan. Seperti penyempitan pada esofagus, hernia diafragmatika, dan sumbatan oleh kotoran bayi/mekonium. Selain itu, muntah pada usia ini juga bisa disebabkan oleh beberapa gangguan pada otak seperti adanya peningkatan tekanan intrakramoa, atau adanya hidrosefalus.

* Pada bayi yang lebih besar usianya, muntah bisa disebabkan pemberian makanan yang tidak tepat seperti jumlah makanan yang terlalu banyak, pemberian makanan padat yang terlalu dini, dan perawatan setelah makan yang salah. Selain itu muntah bisa juga disebabkan oleh peradangan pada tonsil dan faring, peradangan telinga bagian tengah, atau infeksi pada otak. Pada usia ini, muntah juga bisa disebabkan oleh adanya kelainan pada saluran pencernaan seperti penyempitan di lambung, adanya luka/ulkus pada lambung, radang usus buntu, dan sering disebabkan oleh infeksi pada usus yang menyebabkan diare.

* Pada anak-anak, muntah dapat disebabkan mabuk perjalanan. Muntah juga bisa diakibatkan oleh faktor psikis seperti rasa cemas, ketakutan, atau keinginan untuk menarik perhatian. Selain itu, muntah pada usia ini bisa disebabkan oleh adanya sumbatan pada usus, radang usus buntu, radang tonsil dan faring, radang telinga tengah, atau adanya infeksi pada ginjal. Muntah juga dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam kepala dan oleh hidrosefalus. Paling sering dijumpai muntah yang disebabkan oleh infeksi pada perut yang juga menyebabkan diare.

Yang harus Dilakukan
Bila anak muntah, terutama dalam jumlah banyak, dapat menimbulkan kekurangan cairan dalam tubuh. Hal yang bisa dilakukan di rumah pada saat anak muntah atau beberapa saat sesudahnya.
1. Hindari pemberian makanan padat untuk sementara
(sekitar 8 jam).
2. Buat anak senyaman mungkin. Bila anak panas, berikan
kompres hangat di pelipatan tubuh, atau obat penurunan
panas sesuai aturan dari dokter.
3. Berikan air gula atau minuman manis seperti madu dalam
jam pertama sebanyak 1-2 sendok teh setiap 20 menit.
4. Setelah 1 jam pertama, berikan cairan pengganti misalnya
oralit atau pedialyte dimulai dengan 1 sendok teh,
dilanjutkan seterusnya 1 sendok makan setiap 20 menit.
Lalu naikkan banyaknya dua kali lipat setiap jamnya.
5. Jika anak sudah tidak muntah, hentikan pemberian cairan
selama 1 jam, lalu ulangi lagi pemberian cairan. Jika dalam
8 jam tidak terjadi muntah, mulai dilakukan transisi ke
makanan. Pada bayi 6 bulan bisa dimulai dengan pisang atau
bubur susu. Sedangkan pada anak yang telah mendapat
makanan padat bisa dimulai dengan biskuit, roti madu, atau
bubur nasi.
6. Pemberian makanan seperti saat anak sehat bisa dilakukan
dalam 24 jam setelah muntah.
7. Obat anti-muntah hanya diminum dengan petunjuk dokter
Anda.

Pemeriksaan Segera
Ada beberapa situasi ketika muntah memerlukan pemeriksaan dan penanganan segera, sehingga harus dibawa ke tempat pelayanan kesehatan.
1. Muntah darah.
2. Muntah yang disertai nyeri perut yang menetap lebih
dari 2 jam.
3. Adanya trauma pada perut atau kepala sebelum muntah.
4. Dicurigai tertelannya bahan beracun atau bahan asing
sebelum muntah.
5. Adanya tanda-tanda kekurangan cairan. Seperti tidak buang
air kecil dari 6 jam, anak tampak lesu dan lebih rewel, anak
tidak mau minum, atau kesadaran yang menurun.
6. Adanya kekakuan pada leher (dagu anak tidak bisa
menyentuh dadanya saat leher diangkat).
7. Jika muntah berlangsung 3 kali atau lebih selama 12 jam
atau lebih.
8. Muntah yang disertai cairan kehijauan (cairan empedu).
9. Muntah disertai dengan perut yang teraba tegang dan
kembung.

* dr. kadek elmy saniathi