Perubahan Hormonal Selama Kehamilan


5291485889_46bb2be5faKehamilan membawa perubahan besar pada tubuh Anda, penyesuaian emosional untuk Anda dan pasangan Anda, serta pertumbuhan dan perkembangan dinamis untuk janin. Banyak dari perubahan fisik ini terjadi karena perubahan dalam produksi hormon. Sumber utama dari hormon-hormon ini adalah plasenta, sebuah organ yang terbentuk (bersama bayi yang belum lahir) dalam rahim dari sel telur yang terbuahi.

Human Chorionic Gonadotropin (hCG), yang diproduksi oleh plasenta yang sedang berkembang, memastikan bahwa indung telur Anda memproduksi estrogen dan progesteron sampai plasenta matang dan mengambil alih produksi hormon-hormon ini sekitar bulan ketiga sampai keempat.

Estrogen merangsang pertumbuhan jaringan reproduksi dengan meningkatkan ukuran otot-otot rahim, merangsang pertumbuhan lapisan rahim dan pasokan darahnya, meningkatkan produksi lendir vagina, dan dengan menstimulasi perkembangan sistem saluran serta pasokan darah di payudara. Kadar estrogen yang tinggi selama kehamilan barangkali akan mempengaruhi retensi air, penumpukan lemak dibawah kulit, dan pigmentasi kulit.

Progesteron menghambat kontraksi otot polos. Membuat rahim relaks, mencegahnya berkontraksi secara berlebihan. Progesteron juga mempunyai efek merelaksasikan pada dinding pembuluh darah, membantu mempertahankan tekanan darah yang rendah dan sehat, dan pada dinding lambung serta usus, memungkinkan penyerapan nutrien dalam jumlah lebih besar. Progesteron merangsang sekresi hormon indung telur, relaksin, yang merelakskan dan melembutkan jaringan ikat, tulang rawan, dan leher rahim, sehingga jaringan ini dapat meregang selama kelahiran.

Selain estrogen dan progesteron, hormon-hormon lain juga diproduksi dalam jumlah lebih besar dan menyebabkan terjadinya banyak perubahan fisik selama kehamilan. Hormon-hormon ini mempengaruhi pertumbuhan, keseimbangan mineral, metabolisme, kadar hormon-hormon lain, dan dimulainya persalinan.