ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN


Konsep dasar

Sistem Endokrin : berfungsi sebagai regulator berbagai macam proses yg terjadi dalam tubuh melalui hormon

Hormon : suatu senyawa kimia yg disintesa didalam kelenjar dg pengontrolan genetik & disekresikan kedalam rah

Hormon bekerja secara spesifik pada satu atau lebih organ/jaringan

Pengaturan sekresi hormon

·Hormon disekresi oleh kelj endokrin bila diperlukan yang berefek pd organ target

·Hormon disekresi sbg efek mekanisme umpan balik negatif terhadap perubahan dalam darah

·Hipotalamus mensekresi hormon releasing (meningkatkan) dan inhibiting (penghambat) ke HIPOFISE untuk mengeluarkan hormon yang diperlukan ke kelenjar endokrin atau keorgan target

Kelenjar dlm sistem endokrinHipotalamus

·Hipofise

·Thyroid dan parathyroid

·Pankreas

·Kelenjar adrenal/suprarenal

·Ovarium/testis

Anatomi, Fisiologi Dan Reproduksi Sel


Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. Kata “Sel” itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti “kotak-kotak kosong”, setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.

Selanjutnya disimpulkan bahwa Sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma

Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti Sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam Sel,Rudolf Virchow mengemukakan Sel itu berasal dari Sel (Omnis Cellula E Cellula).

ANATOMI DAN FISIOLOGI Sel

Secara anatomis Sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel
Sel.
3. Inti
Sel (Nukleus).

1. Selaput Plasma (Plasmalemma)

Yaitu Selaput atau membran Sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).

Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:
Protein – Lipid – Protein
Þ Trilaminer Layer

Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu Selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).

Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.

Fungsi dari Selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari Sel yang satu ke Sel yang lain.

Khusus pada Sel tumbahan, Selain mempunyai Selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar Selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).

Dinding Sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan Selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain

Selain itu pada dinding Sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

2. Sitoplasma dan Organel Sel
Bagian yang cair dalam Sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti Sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.

Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia Sel.

Organel Sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

Anatomi, Fisiologi Dan Reproduksi Sel

Gbr. a. Ultrastruktur Sel Hewan, b. Ultrastruktur Sel Tumbuhan

Organel Sel tersebut antara lain :

a. Retikulum Endoplasma (RE.)
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti Sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R)

Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam Sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

b. Ribosom (Ergastoplasma)
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel Sel terkecil yang tersuspensi di dalam Sel.

Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

c. Miitokondria (The Power House)
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.
Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista

Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi Seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan “The Power House”.

d. Lisosom
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan Seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.

e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)
Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi Sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.

Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.

J. Sentrosom (Sentriol)
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan Sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

g. Plastida
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari:
• Amiloplas
(untak menyimpan amilum) dan,
• Elaioplas (Lipidoplas)
(untukmenyimpan lemak/minyak).
Proteoplas (untuk menyimpan protein).

2. Kloroplas
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

3. Kromoplas
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
Karotin (kuning)
Fikodanin (biru)
Fikosantin (kuning)
Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola (RonggaSel
Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel Sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas

Vakuola berisi :
• garam-garam organik
• glikosida
• tanin (zat penyamak)
• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar
Zingiberine pada jahe)
• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
• enzim
• butir-butir pati

Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.

i. Mikrotubulus

Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk Sel dan sebagai “rangka Sel”.
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan
Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.

j. Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan Sel.

k. Peroksisom (Badan Mikro)
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam Sel-Sel hati).

3. Inti Sel (Nukleus)

Inti Sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
Selapue Inti (Karioteka)
• Nukleoplasma (Kariolimfa)
• Kromatin / Kromosom
• Nukleolus(anak inti).

Berdasarkan ada tidaknya Selaput inti kita mengenal 2 penggolongan Sel yaitu :

Sel Prokariotik (Sel yang tidak memiliki Selaput inti), misalnya dijumpai
pada bakteri, ganggang biru.
Sel Eukariotik (
Sel yang memiliki Selaput inti).

Fungsi dari inti Sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) Sel, karena di dalam inti Sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.

sumber : http://bebas.vlsm.org

judul askeb BBL


BBL (BBLR) download
BBL (HIPOTERMI) download
BBL (CAPUT SUCEDENEUM) download
BBL (ASFIKSIA) download
BBL (LAHIR KOTOR) download
BBL (TETANUS NEONATORUM) download
BBL (ASFIKSIA RINGAN) download
BBL (ASFIKSIA SEDANG) download
BBL (MEKONIUM) download
BBL (HIPOGLIKEMI) download
BBL (KEJANG) download
BBL (IKTERUS) download
BBL (BBLR) download
BBL (NORMAL) download
BBL (FRAKTUR CLAVIKULA) download
BBL (BAYI TIDAK MENANGIS) download
BBL (CHEPALHEMATOM) download

PRINSIP ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN


Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan/perkembangan norma/nilai. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu.
Continue reading

ETIKA DAN ETIKET


ETIKA
1. Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti, karakter, watak, kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Continue reading

Tumbuh kembang anak


Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, atau ukuran, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuran panjang (cm, meter), sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam strukturdan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuh sehingga masing-masing
dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungannya.
Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang
anak, yaitu:
1. Faktor genetik
Faktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak
merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya.
2. Faktor lingkungan
Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini
lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh
kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik akan
menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan
menghambat tumbuh kembangnya.

PERTUMBUHAN FISIK
1. Pertumbuhan janin dalam kandungan
Pertumbuhan pada masa janin merupakan pertumbuhan yang paling pesat yang
dialami seseorang dalam hidupnya. Janin tumbuh dari berat 0,0000175 gram
menjadi 3700 gram, dan panjang badan dari 0,01 menjadi 50 cm.
2. Pertumbuhan setelah lahir
Indikator pertumbuhan:
1. Berat badan
Berat badan lahir rata-rata 3,4 kg (2,7-4,1 kg)
Bayi yang dilahirkan cukup bulan akan kehilangan berat badannya
selama 3-4 hari pertama dan akan kembali sama dengan berat badan
lahir pada hari ke-8-9
Berat badan meningkat:
2 x berat badan lahir pada umur 5 bulan,
3 x berat badan lahir pada umur 1 tahun,
4 x berat badan lahir pada umur 2½ tahun
Penambahan berat badan
6 bl ke-1 : 0,5-1,0 kg/bl
6 bl ke-2 : 0,3-0,5 kg/bl
1-2 th : 0,2 kg/bl
2. Tinggi Badan
Rata-rata tinggi (panjang) badan lahir + 50 cm
Panjang badan meningkat 1½ x panjang badan pada umur 1 tahun
Penambahan panjang badan:
Umur 6 bl ke-1 : 2,5 cm/bl
6 bl ke-2 : 1,25 cm/bl
1-7 th : 7,5 cm/th
3. Lingkar Kepala
Rata-rata lingkar kepala lahir 33,0 – 35,6 cm
Pada tahun ke-1, lingkar kepala menjadi 44,4 – 46,9 cm (  + 10 cm)
Pada tahun ke-2 menjadi 46,9 – 49,5 cm ( + 2,5 cm)
Pada tahun ke-3 menjadi 47,7 – 50,8 cm ( + 1,25 cm)
4. Erupsi gigi
Gigi pertama tumbuh pada umur 5 – 9 bulan dan gigi susu yang
berjumlah 20 buah biasanya telah tumbuh seluruhnya pada umur
2,5 th.

Estimasi kejadian penyakit


estimasi penyakit

I. Indikator Morbiditas
A. Insidensi
1. rumus:
a) (kasus baru/individu berisiko) x 1000
2. macam
a) cummulative incidence
(1) tiap individu di denominator di follow up smp akhir periode waktu
b) incidence rate
(1) individu di denominator tidak diobservasi scr penuh
(2) tiap indiv punya periode obs berbeda
(3) sering diekspresikan dalam bentuk person year
B. Prevalensi
1. rumus:
a) (jumlah kasus/total individu di populasi) x 1000
2. macam
a) point prevalence
(1) pada satu titik waktu tertentu
b) period prevalence
(1) berapa banyak individu yang pernah kena penyakit kapan saja selama periode waktu ttt
II. Indikator Mortalitas
A. Mengapa mortalitas?
1. indeks beratnya masalah kesehatan
2. indeks risiko penyakit
terutama peny. fatal
(1) angka fatalitas kasus tinggi
(2) durasi penyakit pendek
B. rumus
1. Angka kematian
a) (total semua kematian setahun /total populasi di pertengahan tahun) x 1000
2. Angka kematian spesifik/khusus
a) misal menurut umur
(1) (total kematian anak < 10 th dalam 1 th / jumlah populasi < 10 th pada pertengahan tahun) x 1000
3. Case Fatality rates (CFR)
a) (jumlah yang mati dlm wkt ttt krn penyakit ttt /jumlah individu yang terkena penyakit) x 100
4. Proportionate Mortality
a) (jumlah kematian karena penyakit ttt 1 tahun/ jumlah semua kematian dalam 1 thn) x 100
III. DALY
Disability Adjusted Life Year
mengukur:
1. tahun hidup yang hilang
a) (lebih buruk meninggal umur 5 tahun daripada umur 70 tahun)
2. tahun hidup dengan kecacatan/disabilitas

3. kehilangan yang bersifat ekonomi/sosial